Teruslah Berusaha
Suatu hari, ada ajang pencarian bakat di daerah Jawa. Zica seorang penyanyi tertarik untuk audisi acara tersebut. Setelah beberapa jam kemudian, ia pun di wawancarai).
Zica : Pagi, Pak! (memberanikan diri)
Juri : Pagi, nama kamu siapa ? (dengan nada sedikit kasar)
Zica : Nama saya Zica Pizh (sambil senyum)
Juri : Baik, sekarang kamu mau nyanyi apa ? (mukanya sombong)
Zica : Saya mau nyanyi lagu buatan saya.
Juri : Sudahlah, Nyanyi sekarang!
(Zica nyanyi dengan gaya dan lagu ciri khasnya)
Zica : you're... (suaranya sangat merdu)
Juri : Suara kamu itu kok kyak dibuat-buat ya. (mukanya kesal)
Zica : Ini sudah ciri khas saya, Pak. (mukanya ketakutan)
Juri : Tapi terus terang, saya langsung harus bilang NO. (dengan nada suara sedikit kesal)
Zica : Makasih ya, Pak atas komentarnya (langsung bergegas pergi dan mukanya cemberut)
5 tahun kemudian, Zica yang tidak sengaja menyanyikan salah satu lagu ciptaannya diajak untuk rekaman lagu.
Produser : Wah, suara kamu bagus sekali! (mukanya senang sekali)
Zica : Terima kasih, Pak (tersenyum gembira)
Produser : Kamu mau gak ikut rekaman lagu ? (tangannya memohon ke Zica)
Zica : Mau, Pak
Produser : Minggu depan, ya. Kamu bisa kan ?
Zica : Baik, Pak
Setelah sudah rekaman, ia langsung disuruh untuk mengisi salah satu acara musik.
Zica : Aduh, abis ini giliranku untuk nyanyi di atas panggung lagi. (tangannya gemetar)
Setelah itu ia nyanyi di atas panggung dan tidak sengaja Juri acara pencarian bakat pun datang.
Zica : Fallin in love...
Juri : Wah, ternyata suara Zica bagus banget ya! (mukanya pun kaget)
Akhirnya, juri acara pencarian bakat yang diikuti Zica pun menyesal untuk tidak meloloskan Zica.